bahan kimia pengolahan air

Apa yang harus Anda lakukan jika kolam renang Anda memiliki kadar klorin bebas rendah dan klorin gabungan tinggi?

Berbicara mengenai pertanyaan ini, mari kita mulai dengan definisi dan fungsinya untuk memahami apa itu klorin bebas dan klorin terikat, dari mana asalnya, dan apa fungsi atau bahayanya.

Di kolam renang, Disinfektan KlorinDisinfektan klorin digunakan untuk mendisinfeksi kolam renang guna menjaga kebersihan dan keamanan kolam. Ketika disinfektan klorin larut dalam kolam, ia akan menghasilkan asam hipoklorit (juga dikenal sebagai klorin bebas), yang merupakan disinfektan yang baik. Ketika klorin bebas bereaksi dengan senyawa nitrogen, kloramin (juga dikenal sebagai klorin terikat) terbentuk. Akumulasi kloramin akan menyebabkan perenang mencium "bau klorin" yang tidak sedap. Bau ini mungkin menunjukkan kualitas air yang buruk. Memeriksa klorin bebas dan klorin terikat secara teratur akan membantu mencegah atau mendeteksi masalah kualitas air sebelum terjadi.

Menjaga kadar klorin dalam kisaran ideal memastikan kualitas air yang aman dan meminimalkan akumulasi kloramin. Ketika kadar klorin bebas rendah, efek disinfeksi menjadi buruk, dan bakteri serta alga akan tumbuh di kolam renang. Ketika kadar klorin gabungan meningkat, perenang akan mencium bau klorin yang menyengat dan mengiritasi kulit serta mata. Dalam kasus yang parah, hal ini akan memengaruhi kesehatan perenang.

Ketika Anda mendapati kadar klorin bebas di kolam renang Anda rendah dan kadar klorin gabungan tinggi, Anda perlu melakukan perawatan pada kolam renang Anda. Biasanya cara tercepat dan paling praktis adalah dengan melakukan perawatan kejut (shock treatment) pada kolam renang menggunakan bahan kimia. Kolam renang harus ditutup sepenuhnya selama perawatan.

Saat melakukan perawatan kejut pada kolam renang, Anda dapat menggunakan disinfektan yang mengandung klorin dan mudah larut. Misalnya, natrium dikloroisosianurat, kalsium hipoklorit, air pemutih, dll. Di antara semuanya, natrium dikloroisosianurat adalah pilihan terbaik. Relatif aman dan praktis baik dalam penggunaan maupun penyimpanan. Dan mengandung 55% hingga 60% klorin, yang tidak perlu dilarutkan terlebih dahulu. Memiliki berbagai kegunaan dan dapat digunakan baik sebagai klorin biasa maupun sebagai disinfektan kolam renang.

Mari kita ambil ini sebagai contoh untuk menjelaskan.

Natrium dikloroisosianurat untuk perawatan kejut kolam renang:

1. Uji kualitas air kolam renang

Lakukan pengujian cepat pada air kolam. Kadar klorin bebas seharusnya lebih rendah daripada kadar klorin total. Ini berarti kadar klorin gabungan Anda tidak normal dan sudah saatnya untuk melakukan perawatan kejut pada kolam.

Selain itu, periksa pH dan alkalinitas total. Pastikan pH berada antara 7,2 – 7,8 dan alkalinitas antara 60 dan 180 ppm. Ini akan menyeimbangkan kimia air kolam dan membuat perawatan kejut lebih efektif.

2. Tambahkan Natrium Dikloroisosianurat

Hitung jumlah yang tepat untuk kapasitas kolam Anda. Biasanya, shock treatment yang dibutuhkan harus lebih dari 5 ppm, dan 10 ppm klorin residu sudah cukup.

Granul Natrium Dikloroisosianurat umumnya larut dalam air dan bebas dari pengotor, serta dapat ditambahkan langsung ke air. Setelah penambahan, pastikan pompa kolam berjalan selama lebih dari 8 jam untuk memastikan Natrium Dikloroisosianurat tersebar sepenuhnya di dalam kolam.

3. Setelah proses shock treatment selesai, ukur kembali kadar kimia air kolam untuk memastikan semua indikator berada dalam kisaran yang ditentukan.

Mengejutkan kolam renangLebih cepat dan mudah dari yang Anda bayangkan. Tidak hanya menghilangkan kloramin dan bakteri, tetapi juga dapat menghemat waktu perawatan kolam renang Anda selama berjam-jam. Ingin membeli bahan kimia kolam renang atau mendapatkan saran lebih lanjut tentang perawatan kolam renang? Kirim email kepada saya:sales@yuncangchemical.com.

klorin kolam renang

  • Sebelumnya:
  • Berikutnya:

  • Waktu posting: 18 Juli 2024

    Kategori produk