Jika air kolam renang Anda masih berwarna hijau setelah diberi perlakuan kejut (shock treatment), ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Perlakuan kejut pada kolam renang adalah proses menambahkan klorin dalam jumlah besar untuk membunuh alga, bakteri, dan menghilangkan kontaminan lainnya. Berikut beberapa kemungkinan alasan mengapa air kolam renang Anda masih berwarna hijau:
Terapi kejut yang tidak memadai:
Anda mungkin belum menambahkan cukup bahan kimia pengurai (shock treatment) ke kolam renang. Ikuti petunjuk produsen pada produk pengurai yang Anda gunakan, dan pastikan untuk menambahkan jumlah yang sesuai berdasarkan ukuran kolam renang Anda.
Sisa organik:
Jika terdapat banyak sekali puing organik di kolam renang, seperti daun atau rumput, hal itu dapat mengonsumsi klorin dan menghambat efektivitasnya. Singkirkan semua puing dari kolam renang dan lanjutkan dengan perawatan kejut (shock treatment).
Jika Anda masih tidak dapat melihat dasar kolam setelah melakukan perawatan kejut pada kolam Anda, Anda mungkin perlu menambahkan penjernih atau flokulan keesokan harinya untuk menghilangkan alga yang mati.
Flokulan mengikat partikel-partikel kecil pengotor dalam air, menyebabkan partikel-partikel tersebut menggumpal dan jatuh ke dasar kolam. Di sisi lain, penjernih adalah produk perawatan yang digunakan untuk mengembalikan kejernihan air yang sedikit keruh. Keduanya mengikat partikel mikro menjadi partikel yang lebih besar. Namun, partikel yang dihasilkan oleh penjernih dihilangkan oleh sistem filtrasi, sedangkan flokulan membutuhkan waktu dan upaya ekstra untuk menyedot partikel yang telah jatuh ke dasar kolam.
Sirkulasi dan filtrasi yang buruk:
Sirkulasi dan filtrasi yang tidak memadai dapat menghambat penyebaran bahan kimia kimia ke seluruh kolam. Pastikan pompa dan filter Anda berfungsi dengan benar, dan jalankan dalam waktu yang lama untuk membantu menjernihkan air.
Kadar CYA (Asam Sianurat) atau pH Anda terlalu tinggi.
Penstabil klorin(Asam Sianurat) melindungi klorin di kolam renang dari sinar UV matahari. Sinar UV merusak atau menurunkan kualitas klorin yang tidak distabilkan, sehingga membuat klorin menjadi kurang efektif. Untuk mengatasi hal ini, pastikan kadar CYA Anda tidak lebih tinggi dari 100 ppm sebelum menambahkan klorin untuk shock treatment kolam renang. Jika kadar asam sianurat sedikit tinggi (50-100 ppm), tingkatkan dosis klorin untuk shock treatment.
Terdapat hubungan serupa antara efektivitas klorin dan tingkat pH kolam renang Anda. Ingatlah untuk menguji dan menyesuaikan tingkat pH Anda ke 7,2-7,6 sebelum melakukan perawatan kejut pada kolam renang Anda.
Keberadaan logam:
Kolam renang dapat langsung berubah menjadi hijau setelah diberi perlakuan kejut (shock treatment) jika mengandung logam seperti tembaga di dalam airnya. Logam-logam ini teroksidasi ketika terpapar klorin dalam kadar tinggi, yang menyebabkan air kolam berubah menjadi hijau. Jika kolam renang Anda memiliki masalah logam, pertimbangkan untuk menggunakan pengikat logam (metal sequestrant) untuk menghilangkan warna dan mencegah noda.
Jika Anda sudah mencoba melakukan perawatan kejut pada kolam renang dan airnya tetap hijau, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional kolam renang atau ahli kimia air untuk mendiagnosis masalah spesifik dan menentukan tindakan terbaik untuk situasi Anda.
Waktu posting: 12 Maret 2024
